Langsung ke konten utama

Hai Leon, Happy Birthday Nak! (Seharusnya, Andai Kau Masih Disini)

Sehari setelah Leon dikubur, entah kenapa mataku tiba-tiba tertuju pada celengan merah muda itu.
Yap, celengan untuk ulang tahun Leon ke 1 tahun.
Semasa dia masih bersamaku, memang sudah ada rencana untuk menabung agar dia bisa berulang tahun, meski hanya sekedar makan malam bersama keluarga dan beli kue tart kecil-kecilan, sangat-sangat sederhana, memang tidak terpikir untuk memewahkan perayaan ulang tahun ke 1 tahunnya seperti kebanyakan orang yang pasti mengusahakan pesta meriah apalagi itu untuk anak pertama.

Akupun berbicara dengan papanya Leon, karena tiba-tiba mendapat ide untuk membagi nasi kuning kepada mereka yang kurang mampu, ya.. pada dasarnya aku ingin mengajari Leon untuk bisa peduli dengan sesama, dan pada dasarnya memang aku dan suami bukan tipe orang yang doyan sama kegiatan pesta.. hahaha..

Sehari setelah Leon kembali ke surga, aku memberanikan diri menghitung celengan itu, dan siapa sangka jumlahnya sudah mencapai satu juta lebih.
Masih teringat dengan jelas kenangan itu, kenangan saat membicarakan membagi nasi kuning di hari ulang tahunnya Leon, anak itu bisa merespon dengan senyuman bahagia.

Sesak di dadaku saat selesai menghitung jumlahnya. Apalah arti uang ini, anaknya saja sudah kembali ke surga, tapi siapa sangka ternyata banyak keluarga dan teman yang mendukungku untuk terus melanjutkan tabungan ini, dan beberapa orang yang bahkan tak dikenal mereka ikut menabung.
Aku yakin memang Leon dari surga sana ingin acara itu terlaksana, iya kan nak...





Puji Tuhan, tepatnya 7 Juli 2019 pada hari Minggu, teriknya matahari kala itu tak membuat semangat kami untuk berbagi kasih padam, dibantu oleh teman yang mempunyai mobil, kami berkeliling Surabaya untuk membagi nasi kepada mereka yang tampaknya kurang beruntung.

Masih teringat jelas pula raut bahagia saat mereka menerima nasi itu, tukang sampah itu meminta lebih untuk bisa dimakan anak istrinya, ada juga si tukang sapu yang langsung melemparkan sapunya ke tanah dan bergegas mengambil nasi itu dengan wajah yang sangat bahagia.

Ah, ternyata masih banyak yang tidak seberuntung aku.
Titipkanlah rejeki-MU yang lebih untuk aku bisa melakukan kegiatan ini tahun depan ya Tuhan.
Sekarang akupun mulai menabung dari keuntungan gantungan kunci yang kujual, tidak hanya menyisihkan untuk didonasikan kepada Yayasan Little Heart Foundation Indonesia, tapi aku juga berencana menyisihkan untuk berbagi kasih lagi.

Sebenarnya jualan ini makin kesini makin ga punya keuntungan yang bisa kunikmati sendiri.
Entah kenapa setelah kepergian Leon, rasanya lebih suka berbagi meski aku sendiri juga ga punya apa-apa. Terkadang ada customer yang nawarnya keterluan, padahl sudah tau aku jualan untuk donasi. Hahaha...

Ya semoga saja Tuhan masih mau mengijinkan aku untuk terus berbuat baik dalam hal appapun.

Leon lahir 8 Juli 2018
Berpulang 4 April 2019

Happy birthday nak!
Kamu dapat kado video dari iik Shinta, katanya video "Don't Cry Challange"



















Komentar

Postingan populer dari blog ini

My Little Heaven

Kadang aku berpikir, apakah Tuhan itu ada? Benarkah DIA baik? Tapi kenapa jika DIA baik, mujizat itu tidak terjadi kepada Leon, anak pertama kami yang masih berusia 8 bulan. Jika DIA ada, kenapa anak lain mendapat mujizat kesembuhan itu, sementara Leon tidak? Jika memang Tuhan baik, kenapa DIA begitu cepat mengambil Leon dari hidup kami. Katanya Tuhan mendengar doa umatNYA yang sungguh-sungguh mencari DIA, tapi kenapa doaku tidak didengar? Apakah aku terlalu berdosa sehingga DIA tidak berkenan mendengar dan mengabulkannya. Pertanyaan diatas sering sekali muncul dalam benakku pada awal kepergian Leon. Kenapa kenapa kenapa dan kenapa!! Ya, ternyata Tuhan memang tidak bisa diselami oleh keterbatasan manusia. Pada akhirnya aku paham betul, bahwa memang Tuhanlah penulis kehidupan kita. DIA yang menentukan segala cerita kehidupan yang kita alami. CHAPTER 1 SURPRISE!!! Welcome baby Leon 8 Juli 2018 // SC // 3,29kg // 50cm // RSUD Dr. Soetomo Surabaya Kelahiran Leon adalah kel...

Hadiah dari Tuhan

4 bulan setelah kepergian Leon , tidak kusangka aku hamil..! Iya hamil!! Padahal kala itu aku dan suami baru memulai program hamil dengan rutin minum asam folat setiap pagi. Dokter menyarankan minimal 3 bulan sebelum kehamilan aku dan suami harus rutin minum asam folat untuk mempersiapkan kehamilan yang lebih sehat. Tapi 3 bulan apanya! Baru juga kurang dari 10 hari kami merutinkan minum asam folat, lha kok jadwal yang seharusnya aku mens ini mendadak telat sampai 1 minggu. Antara senang dan cemas, itulah yang kurasakan ketika kulihat testpack menunjukkan 2 garis merah. Senang, karena Tuhan mengizinkan kami sekali lagi untuk menjadi calon orang tua. Cemas, karena aku merasa bukan waktu yang tepat untuk hamil soalnya baru 10 harian rutin minum asam folat. Pikiranku kacau membayangkan bagaimana nasib calon dedeknya Leon yang mendadak ada di rahimku, jujur, aku takut kelainan jantung itu terulang kembali karena bagaimanapun juga resiko untuk kelainan jantung itu pasti ada mengingat ada ri...

And i have lived in the goodness of God

Sudah sangat lama aku tidak menulis di blog ini lagi. Waktuku banyak tersita karena pekerjaanku termasuk hal mengurus anak. Memang ya jika sudah menyandang status sebagai ibu, bisa makan mie kuah yang masih hangat atau bisa mandi keramas + bolot bolot, itu adalah prestasi me time yang luar biasa. Jadi harap maklum jika jarang menulis di blog ini lagi. Ah tapi itu cuma alasan aja sih wkwkwkwk.. Karena sejujurnya aku pernah berada di titik minder sampai terlalu malu untuk menulis lagi. Yaaa semacam ada perasaan : lha apa yang harus kutulis?! Tidak ada hal spektakuler dalam hidupku untuk diceritakan lagi. Bahkan untuk apa Tuhan menghadirkan aku di dunia ini pun sering kupertanyakan.. Untuk apa Tuhan KAU ciptakan aku? Iya.. untuk apa? Gagal paham aku mengenai rencanaMu. Ketika aku melihat keadaan sekitarku, mereka telah banyak berubah. Teman, saudara, kenalan, satu per satu yang dulunya hidup susaaahhhhhhh miskinnnn, pelan2 Tuhan angkat kehidupan mereka. Kesuksesan demi kesuksesan telah me...