Langsung ke konten utama

Hello 2020!

Tidak ada sesuatu hal yang terjadi tanpa seijin Tuhan.
Itulah kalimat yang cocok untuk menggambarkan hidupku di tahun 2019, bahkan sampai selamanya...

Jika menoleh ke belakang sebentar, banyak hal di tahun 2019 yang tidak enak menempaku dan suamiku. Titik terendah kami adalah kehilangan Leon. Padahal 3 hari sebelum kepergiannya, kami mendapati hasil lubang jantungnya mengecil, tapi dalam sekejap saja 3 hari kemudian Leon balik ke surga.
Tuhan seperti mengangkatku tinggi lalu menghempaskanku ke dasar tanah berduri.
Sakit... Pastinya...

Lucunya, setelah kepergian Leon, satu per satu keluarga dari papaku juga pergi seakan menyusul Leon.
Selama berbulan bulan aku dan suami terus menerus ke rumah duka.
Entah "sial" apa yang terjadi di keluarga besar ini kenapa dari yang paling muda sampai tua berbondong2 ke surga.

Berat... Tidak mudah ada di posisi ini.
Tapi kuberanikan untuk tetap kuat, tidak pernah mudah untuk bangkit dari keterpurukan, tapi ternyata Tuhan sendiri yang menguatkan seiring dengan berjalannya waktu.

Setelah Leon berulang tahun 1 th (seandainya dia masih disini), Tuhan memberikan kami kado terindah setelah duka cita melanda, yaitu kesempatan kedua untuk sekali lagi menjadi orang tua. Yap! Aku hamil lagi.

Melalui begitu banyak hal pahit, sekarang aku mengerti bahwa semua itu diijinkan terjadi agar kakiku tetap kuat menapaki kerasanya kehidupan.
Jika saja kehidupanku berjalan normal, ya gak masalah. Bukannya itu harapan semua orang memiliki kehidupan yang baik2 saja.
Tapi ternyata kehidupan yang baik2 saja itu monoton! Kita tidak akan bisa melihat kuasa Tuhan jika hidup kita mulus dan selalu mudah.

Jika Leon waktu itu jantungnya sehat, dia tetap hidup sampai sekarang, entah apakah aku bisa menjadi orang sekuat hari ini.

Bahkan lucunya blog tentang Leon banyak mengubah hati para orang tua diluar sana untuk lebih sayang dengan anaknya.

Aku sering mendapati DM kalau mereka ikut menangis, dll.

Padahal tidak pernah terpikir olehku untuk bisa menjadi ladang berkat melalui blog ini. Karena blog ini dibuat mulanya untuk sekedar meluapkan emosi.

Terimakasih 2019.
Pelajaran yang kau berikan sangat luar biasa kerasnya.

Selamat datang 2020.
Tahun demi tahun kami sadari tak kan pernah mudah, setiap tahun pasti ada tingkatan pelajarannya sendiri.
Tapi satu hal yang kuyakini selama Tuhan beserta, kami bisa kuat menaklukkan badai kehidupan.

Semoga 2020 ini kalian juga diberikan Tuhan kekuatan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik dari tahun lalu. Amin

Komentar

Postingan populer dari blog ini

My Little Heaven

Kadang aku berpikir, apakah Tuhan itu ada? Benarkah DIA baik? Tapi kenapa jika DIA baik, mujizat itu tidak terjadi kepada Leon, anak pertama kami yang masih berusia 8 bulan. Jika DIA ada, kenapa anak lain mendapat mujizat kesembuhan itu, sementara Leon tidak? Jika memang Tuhan baik, kenapa DIA begitu cepat mengambil Leon dari hidup kami. Katanya Tuhan mendengar doa umatNYA yang sungguh-sungguh mencari DIA, tapi kenapa doaku tidak didengar? Apakah aku terlalu berdosa sehingga DIA tidak berkenan mendengar dan mengabulkannya. Pertanyaan diatas sering sekali muncul dalam benakku pada awal kepergian Leon. Kenapa kenapa kenapa dan kenapa!! Ya, ternyata Tuhan memang tidak bisa diselami oleh keterbatasan manusia. Pada akhirnya aku paham betul, bahwa memang Tuhanlah penulis kehidupan kita. DIA yang menentukan segala cerita kehidupan yang kita alami. CHAPTER 1 SURPRISE!!! Welcome baby Leon 8 Juli 2018 // SC // 3,29kg // 50cm // RSUD Dr. Soetomo Surabaya Kelahiran Leon adalah kel...

Hadiah dari Tuhan

4 bulan setelah kepergian Leon , tidak kusangka aku hamil..! Iya hamil!! Padahal kala itu aku dan suami baru memulai program hamil dengan rutin minum asam folat setiap pagi. Dokter menyarankan minimal 3 bulan sebelum kehamilan aku dan suami harus rutin minum asam folat untuk mempersiapkan kehamilan yang lebih sehat. Tapi 3 bulan apanya! Baru juga kurang dari 10 hari kami merutinkan minum asam folat, lha kok jadwal yang seharusnya aku mens ini mendadak telat sampai 1 minggu. Antara senang dan cemas, itulah yang kurasakan ketika kulihat testpack menunjukkan 2 garis merah. Senang, karena Tuhan mengizinkan kami sekali lagi untuk menjadi calon orang tua. Cemas, karena aku merasa bukan waktu yang tepat untuk hamil soalnya baru 10 harian rutin minum asam folat. Pikiranku kacau membayangkan bagaimana nasib calon dedeknya Leon yang mendadak ada di rahimku, jujur, aku takut kelainan jantung itu terulang kembali karena bagaimanapun juga resiko untuk kelainan jantung itu pasti ada mengingat ada ri...

And i have lived in the goodness of God

Sudah sangat lama aku tidak menulis di blog ini lagi. Waktuku banyak tersita karena pekerjaanku termasuk hal mengurus anak. Memang ya jika sudah menyandang status sebagai ibu, bisa makan mie kuah yang masih hangat atau bisa mandi keramas + bolot bolot, itu adalah prestasi me time yang luar biasa. Jadi harap maklum jika jarang menulis di blog ini lagi. Ah tapi itu cuma alasan aja sih wkwkwkwk.. Karena sejujurnya aku pernah berada di titik minder sampai terlalu malu untuk menulis lagi. Yaaa semacam ada perasaan : lha apa yang harus kutulis?! Tidak ada hal spektakuler dalam hidupku untuk diceritakan lagi. Bahkan untuk apa Tuhan menghadirkan aku di dunia ini pun sering kupertanyakan.. Untuk apa Tuhan KAU ciptakan aku? Iya.. untuk apa? Gagal paham aku mengenai rencanaMu. Ketika aku melihat keadaan sekitarku, mereka telah banyak berubah. Teman, saudara, kenalan, satu per satu yang dulunya hidup susaaahhhhhhh miskinnnn, pelan2 Tuhan angkat kehidupan mereka. Kesuksesan demi kesuksesan telah me...