Tidak ada sesuatu hal yang terjadi tanpa seijin Tuhan.
Itulah kalimat yang cocok untuk menggambarkan hidupku di tahun 2019, bahkan sampai selamanya...
Jika menoleh ke belakang sebentar, banyak hal di tahun 2019 yang tidak enak menempaku dan suamiku. Titik terendah kami adalah kehilangan Leon. Padahal 3 hari sebelum kepergiannya, kami mendapati hasil lubang jantungnya mengecil, tapi dalam sekejap saja 3 hari kemudian Leon balik ke surga.
Tuhan seperti mengangkatku tinggi lalu menghempaskanku ke dasar tanah berduri.
Sakit... Pastinya...
Lucunya, setelah kepergian Leon, satu per satu keluarga dari papaku juga pergi seakan menyusul Leon.
Selama berbulan bulan aku dan suami terus menerus ke rumah duka.
Entah "sial" apa yang terjadi di keluarga besar ini kenapa dari yang paling muda sampai tua berbondong2 ke surga.
Berat... Tidak mudah ada di posisi ini.
Tapi kuberanikan untuk tetap kuat, tidak pernah mudah untuk bangkit dari keterpurukan, tapi ternyata Tuhan sendiri yang menguatkan seiring dengan berjalannya waktu.
Setelah Leon berulang tahun 1 th (seandainya dia masih disini), Tuhan memberikan kami kado terindah setelah duka cita melanda, yaitu kesempatan kedua untuk sekali lagi menjadi orang tua. Yap! Aku hamil lagi.
Melalui begitu banyak hal pahit, sekarang aku mengerti bahwa semua itu diijinkan terjadi agar kakiku tetap kuat menapaki kerasanya kehidupan.
Jika saja kehidupanku berjalan normal, ya gak masalah. Bukannya itu harapan semua orang memiliki kehidupan yang baik2 saja.
Tapi ternyata kehidupan yang baik2 saja itu monoton! Kita tidak akan bisa melihat kuasa Tuhan jika hidup kita mulus dan selalu mudah.
Jika Leon waktu itu jantungnya sehat, dia tetap hidup sampai sekarang, entah apakah aku bisa menjadi orang sekuat hari ini.
Bahkan lucunya blog tentang Leon banyak mengubah hati para orang tua diluar sana untuk lebih sayang dengan anaknya.
Aku sering mendapati DM kalau mereka ikut menangis, dll.
Padahal tidak pernah terpikir olehku untuk bisa menjadi ladang berkat melalui blog ini. Karena blog ini dibuat mulanya untuk sekedar meluapkan emosi.
Terimakasih 2019.
Pelajaran yang kau berikan sangat luar biasa kerasnya.
Selamat datang 2020.
Tahun demi tahun kami sadari tak kan pernah mudah, setiap tahun pasti ada tingkatan pelajarannya sendiri.
Tapi satu hal yang kuyakini selama Tuhan beserta, kami bisa kuat menaklukkan badai kehidupan.
Semoga 2020 ini kalian juga diberikan Tuhan kekuatan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik dari tahun lalu. Amin
Itulah kalimat yang cocok untuk menggambarkan hidupku di tahun 2019, bahkan sampai selamanya...
Jika menoleh ke belakang sebentar, banyak hal di tahun 2019 yang tidak enak menempaku dan suamiku. Titik terendah kami adalah kehilangan Leon. Padahal 3 hari sebelum kepergiannya, kami mendapati hasil lubang jantungnya mengecil, tapi dalam sekejap saja 3 hari kemudian Leon balik ke surga.
Tuhan seperti mengangkatku tinggi lalu menghempaskanku ke dasar tanah berduri.
Sakit... Pastinya...
Lucunya, setelah kepergian Leon, satu per satu keluarga dari papaku juga pergi seakan menyusul Leon.
Selama berbulan bulan aku dan suami terus menerus ke rumah duka.
Entah "sial" apa yang terjadi di keluarga besar ini kenapa dari yang paling muda sampai tua berbondong2 ke surga.
Berat... Tidak mudah ada di posisi ini.
Tapi kuberanikan untuk tetap kuat, tidak pernah mudah untuk bangkit dari keterpurukan, tapi ternyata Tuhan sendiri yang menguatkan seiring dengan berjalannya waktu.
Setelah Leon berulang tahun 1 th (seandainya dia masih disini), Tuhan memberikan kami kado terindah setelah duka cita melanda, yaitu kesempatan kedua untuk sekali lagi menjadi orang tua. Yap! Aku hamil lagi.
Melalui begitu banyak hal pahit, sekarang aku mengerti bahwa semua itu diijinkan terjadi agar kakiku tetap kuat menapaki kerasanya kehidupan.
Jika saja kehidupanku berjalan normal, ya gak masalah. Bukannya itu harapan semua orang memiliki kehidupan yang baik2 saja.
Tapi ternyata kehidupan yang baik2 saja itu monoton! Kita tidak akan bisa melihat kuasa Tuhan jika hidup kita mulus dan selalu mudah.
Jika Leon waktu itu jantungnya sehat, dia tetap hidup sampai sekarang, entah apakah aku bisa menjadi orang sekuat hari ini.
Bahkan lucunya blog tentang Leon banyak mengubah hati para orang tua diluar sana untuk lebih sayang dengan anaknya.
Aku sering mendapati DM kalau mereka ikut menangis, dll.
Padahal tidak pernah terpikir olehku untuk bisa menjadi ladang berkat melalui blog ini. Karena blog ini dibuat mulanya untuk sekedar meluapkan emosi.
Terimakasih 2019.
Pelajaran yang kau berikan sangat luar biasa kerasnya.
Selamat datang 2020.
Tahun demi tahun kami sadari tak kan pernah mudah, setiap tahun pasti ada tingkatan pelajarannya sendiri.
Tapi satu hal yang kuyakini selama Tuhan beserta, kami bisa kuat menaklukkan badai kehidupan.
Semoga 2020 ini kalian juga diberikan Tuhan kekuatan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik dari tahun lalu. Amin
Komentar
Posting Komentar