Langsung ke konten utama

Self Reminder

Banyak orang memilih untuk memberi kesaksian setelah menerima mujizat yang 'waaaahhh', yaa gapapa sih, tapi akhirnya banyak juga yang jadi merasa minder mau kesaksian karna merasa berkat yg diterima gak sefantastis orang lain.
Banyak orang memilih gak kesaksian dulu jika masih menjalani proses pait kehidupan, akhirnya aku sering bertanya-tanya, ini niatnya mau kesaksian apa pamer sih? Setelah menerima kesembuhan baru kesaksian, setelah kerjaan lancar baru kesaksian, setelah gaji naik juga kesaksian, pas lagi dalam kesesakan kayaknya jarang ada yang berani berbagi kisah hidupnya.

Sama seperti yang kualami sekarang ini, sejak pandemi tidak dipungkiri ekonomi keluargaku goncang dan terjun bebas, suami keluar dari tempat kerjanya, pendapatan juga ga pasti, mau beli apa-apa juga harus mikir berkali-kali, satu hal yang pasti tiap bulan harus bayar cicilan wkwkwkw.

"MISKIN & KASIHAN" itu label yang orang lain berikan kepada aku dan suamiku. Gak punya rumah sendiri, gak punya mobil sendiri, gak pernah liburan, yaaahh begitulah... Meski begitu aku masih punya Tuhan yang nyata kualami sendiri berkali-kali.

Aku menulis ini bukan karna bangga hidup begini-begini aja, tapi aku mau ini menjadi pengingatku bahwa pemeliharaan Tuhan itu selalu nyata dan ajaib, karna aku masih manusia biasa yang sering merasa capek hidup minim uang, yang kadang masih bisa iri sama hidup orang lain, yang masih bisa panik kalo susu anak sudah mau habis tapi isi rekening juga sudah habis duluan..

Entah ya kenapa, sering kali aku melihat postingan-postingan yang isinya ditekankan kalo hidup tuh butuh uang, segalanya butuh uang, sama-sama punya masalah hidup tapi lebih baik nangis di dalam mobil mewah daripada nangis di lampu merah, ya kayak gitu-gitu lah kurang lebih. Bahkan beberapa orang pun sering bilang seperti ini "bersyukur sih bersyukur, tapi beli beras kan ga bisa dibayar pake rasa syukur".

Satu hal yang melekat di hatiku, ketika aku down dengan keadaan ini, Tuhan selalu ngomong gini "Percayalah, hidupmu itu AKU yang memelihara, bukan uangmu, bukan pekerjaanmu, tapi AKU SANG PEMBERI HIDUP"
Semacam ajaib memang hidup kami dipelihara Tuhan. Sampe detik ini pun aku masih ga bisa berkata-kata tentang MUJIZAT yang setiap hari aku alami, saking luar biasa sangarnya Tuhanku.
Setiap kali uang dah mau abis, susu anak juga mau abis. FYI, Jocelyn gak bisa minum sufor biasa karena perutnya sensitif jadi cocoknya pakai sufor hipoalergenik yang sekaleng 800gr harganya 300ribuan. Pernah aku coba beli sufor biasa yang ada malah sembelit parah sampe berdarah-darah pupnya. Dimasa yang serba sulit ini, cari uang 300ribu itu ga gampang bagi kami berdua. Meski kami berdua sama-sama bekerja tapi ya entahlah terasa susah saja memang apalagi aku sering mengalami kondisi uangnya nyantol di shop** / t*k*pedia wkwkwkwk, ketika butuh kok ya mesti ae ada sing nyantol, tapi disaat itulah kuasa Tuhan sering terjadi. Pas susu anak sudah tinggal 20%an, selalu aja ada customer yang beli dalam jumlah banyak dan ga mau via shop** / t*k*pedia karna katanya ribet. Kejadian kayak gitu tu gak 1-2x saja, tapi hampir selalu seperti itu.

Ketika uang juga tersisa beberapa puluh ribu saja, sering kami mendapat kiriman makanan dari keluarga yang gak kaleng-kaleng nikmatnya karena dari resto ternama mana jumlahnya banyak bisa dibuat 2-3 hari makan saking banyaknya, katanya sih promo dari g*jek. Gilak gak tuh, gak punya uang tapi Tuhan masih ngijinin keluaragaku makan makanan enak, gratis cuy! Sampe sini aku sering bertanya-tanya kok bisa sih Tuhan sebegitunya, gak punya uang loh ini posisinya dan yang kirim itu juga ga akrab-akrab banget dengan kami.

Setiap kali dikirimin makanan gratis sama keluarga / teman, dalam hati kecilku selalu pingin bales juga sesekali sini yang kirim, tapi duitnya dari mana juga ya wkwkwk, aku ini sering ga dapet diskonan kalo pake g*jek, sering heran juga sama mereka kok bisa dapet harga murah. Lebih heran lagi hari ini 16 November 2021. Why? Karna hari ini Tuhan mengabulkan keinginanku!!

EDAN GAK TUH

Hari ini aku beli 18 burger di g*jek GRATIS!!!! IYA GRATIS!! TIS TIS TIS! NOL RUPIAH!
Bahkan semua teman dan keluargaku bertanya-tanya kok bisa gratis gimana caranya? Banyak yang menyamakan menu orderannya tapi gak ada dari mereka yang gratisan. Bukan mental gratisan yang aku miliki, tapi mental berbagi itu yang dari dulu aku pegang. Kondisi boleh ngenes, tapi kalo ada sedikit rejeki boleh lah bagi-bagi. Mungkin teman terdekatku tau bagaimana aku sering mengeluarkan uang demi membelikan makanan buat driver ojol / apalah, intinya aku sering ditanya "gak eman ta? kan bisa ditabung uangnya". Pertanyaan kayak itu tu pasti ta jawab "gak! Memberi ga akan membuatku auto miskin, dan uang segitu aku tabung jg ga akan membuatku auto kaya.."

Mungkin bagi yang baca ini mbatin 'lebai amat ah ini orang, mandak gratisan ae cek banggae'
Loh e iyo lebai rek! Gak semua orang bisa dapet gratisan masalahe.. wkwkw (sek2 kok jowoanku metu maneh) hahaha.

Lagipula balik ke tujuan awal postingan ini buat mengingatkanku kalau aku pernah ditolong Tuhan kayak gini luar biasanya.

Ok, balik ke burger tadi. Aku ga paham gimana caranya bisa gratis, yang aku paham inilah Tuhanku yang sekali lagi mengizinkan aku makan enak tanpa keluar uang, bahkan kali ini aku bisa memberikan keluarga, teman, tetangga, bahkan driver ojolnya burger gratisan juga. Definisi jadi berkat tanpa keluar uang.



Yang aku mau bagi disini sekaligus menjadi pengingatku :
Kuasa Tuhan memang ga bisa dibeli dengan uang, justru disaat serba sulit inilah seharusnya kita menikmati prosesNYA supaya setiap hal kecil yang terjadi dalam hidup ini kita bisa benar-benar bersyukur dan merasakan mujizatNYA.

Gak gampang memang menghidupi rasa syukur itu sendiri. Gak mudah juga hidup setiap hari dalam kondisi menikmati proses yang menyakitkan ini. Tapi satu hal yang sudah terbukti berkali-kali di hidupku bahwa pemeliharaan Tuhan itu tidak dikirim melalui uang, caraNYA ada aja setiap kali kami butuh sesuatu pasti DIA sediakan.

Bahkan setiap kali aku memikirkan ulang tentang pekerjaanku dan suami, Tuhan selalu berkata "SETIA DISANA! Kerja ditempat lain / usaha lain belum tentu kehidupanmu membaik, karna AKU lah yang memberikan kehidupan ini, bukan bosmu, bukan customermu, bukan gajimu, bukan juga pekerjaanmu. Semua itu hanyalah sedikit dari caraKU memelihara kalian. Cukup nikmati prosesmu, sekalipun banyak orang merendahkan pekerjaanmu dan suamimu, banyak orang yang menyuruhmu mencari kerjaan lain, tapi NO! Cukup perbaiki hatimu, dan lihat bagaimana AKU memelihara hidup keluargamu dengan lebih dahsyat lagi"

Asli, beriman dan percaya itu gak gampang, tapi aku memilih untuk percaya saja. Tolong / tidak ditolong Tuhan, asal DIA besertaku itu sudah cukup.

Meski keadaan hidup masih begini-begini saja, daripada banyak ngomel mending banyak bersyukur di hal-hal kecil. Jangan nunggu dapet cuan gede baru bersyukur, jangan nunggu kaya dulu baru bersyukur, rasa syukur yang seperti itu tu rasa syukur murahan. Jangan juga menilai orang diberkati Tuhan hanya dari materinya saja, kalau kaya berarti diberkati Tuhan, kalo miskin berarti dikutuk Tuhan. Nonononono.... Tuhan gak serendahan itu bisa dinilai dari materi. Jika keadaan sudah menjadi lebih baik, ingat selalu untuk rendah hati dan menolong orang lebih banyak lagi, karena rejeki yang Tuhan titipkan itu gak boleh dinikmati sendirian, jangan serakah.

Anne Avantie pernah berkata dalam video yang pernah aku lihat di Instagram postingan akun rohani : Berkat dan ujian itu seperti langkah kaki yang jalannya beriringan. Ujian - Berkat - Ujian - Berkat - Ujian - Berkat.. Tidak ada orang yang diberkati tanpa diuji dulu, juga tidak ada orang yang diujiiiiiii terus tanpa diberkati.

Sujiwo Tedjo juga pernah berkata : Menghina Tuhan tak perlu dengan umpatan dan membakar kitabNYA.  Khawatir besok kamu tak bisa makan saja itu sudah menghina Tuhan.

Tuhan berkata dalam Matius 6;33-34 : Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.

Semangat untuk diriku dan kalian yang sedang menjalani proses dari Tuhan, dipelihara Tuhan itu dari iman, bukan dari uang. Bahagia ga selalu dari uang (biasanya yang ngomong begini karena memang ga punya uang) iya bener kok, miskin ga punya uang makanya harus bahagia, karena kalo kaya biasanya suka cari-cari kebahagiaan yang sifatnya nyeleneh. Nah loh! Amit-amit jangan ya! Mau miskin, mau kaya, harus bahagia didalam Tuhan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

My Little Heaven

Kadang aku berpikir, apakah Tuhan itu ada? Benarkah DIA baik? Tapi kenapa jika DIA baik, mujizat itu tidak terjadi kepada Leon, anak pertama kami yang masih berusia 8 bulan. Jika DIA ada, kenapa anak lain mendapat mujizat kesembuhan itu, sementara Leon tidak? Jika memang Tuhan baik, kenapa DIA begitu cepat mengambil Leon dari hidup kami. Katanya Tuhan mendengar doa umatNYA yang sungguh-sungguh mencari DIA, tapi kenapa doaku tidak didengar? Apakah aku terlalu berdosa sehingga DIA tidak berkenan mendengar dan mengabulkannya. Pertanyaan diatas sering sekali muncul dalam benakku pada awal kepergian Leon. Kenapa kenapa kenapa dan kenapa!! Ya, ternyata Tuhan memang tidak bisa diselami oleh keterbatasan manusia. Pada akhirnya aku paham betul, bahwa memang Tuhanlah penulis kehidupan kita. DIA yang menentukan segala cerita kehidupan yang kita alami. CHAPTER 1 SURPRISE!!! Welcome baby Leon 8 Juli 2018 // SC // 3,29kg // 50cm // RSUD Dr. Soetomo Surabaya Kelahiran Leon adalah kel...

Hadiah dari Tuhan

4 bulan setelah kepergian Leon , tidak kusangka aku hamil..! Iya hamil!! Padahal kala itu aku dan suami baru memulai program hamil dengan rutin minum asam folat setiap pagi. Dokter menyarankan minimal 3 bulan sebelum kehamilan aku dan suami harus rutin minum asam folat untuk mempersiapkan kehamilan yang lebih sehat. Tapi 3 bulan apanya! Baru juga kurang dari 10 hari kami merutinkan minum asam folat, lha kok jadwal yang seharusnya aku mens ini mendadak telat sampai 1 minggu. Antara senang dan cemas, itulah yang kurasakan ketika kulihat testpack menunjukkan 2 garis merah. Senang, karena Tuhan mengizinkan kami sekali lagi untuk menjadi calon orang tua. Cemas, karena aku merasa bukan waktu yang tepat untuk hamil soalnya baru 10 harian rutin minum asam folat. Pikiranku kacau membayangkan bagaimana nasib calon dedeknya Leon yang mendadak ada di rahimku, jujur, aku takut kelainan jantung itu terulang kembali karena bagaimanapun juga resiko untuk kelainan jantung itu pasti ada mengingat ada ri...

And i have lived in the goodness of God

Sudah sangat lama aku tidak menulis di blog ini lagi. Waktuku banyak tersita karena pekerjaanku termasuk hal mengurus anak. Memang ya jika sudah menyandang status sebagai ibu, bisa makan mie kuah yang masih hangat atau bisa mandi keramas + bolot bolot, itu adalah prestasi me time yang luar biasa. Jadi harap maklum jika jarang menulis di blog ini lagi. Ah tapi itu cuma alasan aja sih wkwkwkwk.. Karena sejujurnya aku pernah berada di titik minder sampai terlalu malu untuk menulis lagi. Yaaa semacam ada perasaan : lha apa yang harus kutulis?! Tidak ada hal spektakuler dalam hidupku untuk diceritakan lagi. Bahkan untuk apa Tuhan menghadirkan aku di dunia ini pun sering kupertanyakan.. Untuk apa Tuhan KAU ciptakan aku? Iya.. untuk apa? Gagal paham aku mengenai rencanaMu. Ketika aku melihat keadaan sekitarku, mereka telah banyak berubah. Teman, saudara, kenalan, satu per satu yang dulunya hidup susaaahhhhhhh miskinnnn, pelan2 Tuhan angkat kehidupan mereka. Kesuksesan demi kesuksesan telah me...