Langsung ke konten utama

Postingan

And i have lived in the goodness of God

Sudah sangat lama aku tidak menulis di blog ini lagi. Waktuku banyak tersita karena pekerjaanku termasuk hal mengurus anak. Memang ya jika sudah menyandang status sebagai ibu, bisa makan mie kuah yang masih hangat atau bisa mandi keramas + bolot bolot, itu adalah prestasi me time yang luar biasa. Jadi harap maklum jika jarang menulis di blog ini lagi. Ah tapi itu cuma alasan aja sih wkwkwkwk.. Karena sejujurnya aku pernah berada di titik minder sampai terlalu malu untuk menulis lagi. Yaaa semacam ada perasaan : lha apa yang harus kutulis?! Tidak ada hal spektakuler dalam hidupku untuk diceritakan lagi. Bahkan untuk apa Tuhan menghadirkan aku di dunia ini pun sering kupertanyakan.. Untuk apa Tuhan KAU ciptakan aku? Iya.. untuk apa? Gagal paham aku mengenai rencanaMu. Ketika aku melihat keadaan sekitarku, mereka telah banyak berubah. Teman, saudara, kenalan, satu per satu yang dulunya hidup susaaahhhhhhh miskinnnn, pelan2 Tuhan angkat kehidupan mereka. Kesuksesan demi kesuksesan telah me...

Self Reminder

Banyak orang memilih untuk memberi kesaksian setelah menerima mujizat yang 'waaaahhh', yaa gapapa sih, tapi akhirnya banyak juga yang jadi merasa minder mau kesaksian karna merasa berkat yg diterima gak sefantastis orang lain. Banyak orang memilih gak kesaksian dulu jika masih menjalani proses pait kehidupan, akhirnya aku sering bertanya-tanya, ini niatnya mau kesaksian apa pamer sih? Setelah menerima kesembuhan baru kesaksian, setelah kerjaan lancar baru kesaksian, setelah gaji naik juga kesaksian, pas lagi dalam kesesakan kayaknya jarang ada yang berani berbagi kisah hidupnya. Sama seperti yang kualami sekarang ini, sejak pandemi tidak dipungkiri ekonomi keluargaku goncang dan terjun bebas, suami keluar dari tempat kerjanya, pendapatan juga ga pasti, mau beli apa-apa juga harus mikir berkali-kali, satu hal yang pasti tiap bulan harus bayar cicilan wkwkwkw. "MISKIN & KASIHAN" itu label yang orang lain berikan kepada aku dan suamiku. Gak punya rumah sendiri, gak p...

Hadiah dari Tuhan

4 bulan setelah kepergian Leon , tidak kusangka aku hamil..! Iya hamil!! Padahal kala itu aku dan suami baru memulai program hamil dengan rutin minum asam folat setiap pagi. Dokter menyarankan minimal 3 bulan sebelum kehamilan aku dan suami harus rutin minum asam folat untuk mempersiapkan kehamilan yang lebih sehat. Tapi 3 bulan apanya! Baru juga kurang dari 10 hari kami merutinkan minum asam folat, lha kok jadwal yang seharusnya aku mens ini mendadak telat sampai 1 minggu. Antara senang dan cemas, itulah yang kurasakan ketika kulihat testpack menunjukkan 2 garis merah. Senang, karena Tuhan mengizinkan kami sekali lagi untuk menjadi calon orang tua. Cemas, karena aku merasa bukan waktu yang tepat untuk hamil soalnya baru 10 harian rutin minum asam folat. Pikiranku kacau membayangkan bagaimana nasib calon dedeknya Leon yang mendadak ada di rahimku, jujur, aku takut kelainan jantung itu terulang kembali karena bagaimanapun juga resiko untuk kelainan jantung itu pasti ada mengingat ada ri...

Dancing In The Rain

Seandainya dari dulu aku tahu bakal seperti ini kehidupanku setelah menikahinya, mungkin pada waktu itu aku tidak akan mau berpacaran dengannya.. Keuangan yang tidak stabil, memiliki anak pertama yang meninggal karna PJB (Penyakit Jantung Bawaan) dan punya banyak utang karena itu, gak punya mobil, rumah masih numpang di rumah orang tuanya, hampir tidak pernah liburan khususnya ke luar kota kecuali kalau ada yang mengajak, intinya kehidupanku yang sekarang berbanding terbalik dari jaman sebelum menikah.. Mungkin karena itulah mengapa lebih baik untuk tidak kepo dengan apa yang terjadi di masa depan, karena jika aku tahu dari dulu akan seperti ini, aku tidak akan berani melangkah lebih jauh, dan yang paling penting aku tidak akan menjadi aku yang sekarang.. Aku dan dia sama sama tak akan pernah tau akan ada apa di depan sana, meski sekarang kehidupanku tampak 'biasa saja', atau bahkan beberapa orang melihat 'pernikahan yang tidak bahagia karna kurang materi', tapi aku ber...

Hello 2020!

Tidak ada sesuatu hal yang terjadi tanpa seijin Tuhan. Itulah kalimat yang cocok untuk menggambarkan hidupku di tahun 2019, bahkan sampai selamanya... Jika menoleh ke belakang sebentar, banyak hal di tahun 2019 yang tidak enak menempaku dan suamiku. Titik terendah kami adalah kehilangan Leon. Padahal 3 hari sebelum kepergiannya, kami mendapati hasil lubang jantungnya mengecil, tapi dalam sekejap saja 3 hari kemudian Leon balik ke surga. Tuhan seperti mengangkatku tinggi lalu menghempaskanku ke dasar tanah berduri. Sakit... Pastinya... Lucunya, setelah kepergian Leon, satu per satu keluarga dari papaku juga pergi seakan menyusul Leon. Selama berbulan bulan aku dan suami terus menerus ke rumah duka. Entah "sial" apa yang terjadi di keluarga besar ini kenapa dari yang paling muda sampai tua berbondong2 ke surga. Berat... Tidak mudah ada di posisi ini. Tapi kuberanikan untuk tetap kuat, tidak pernah mudah untuk bangkit dari keterpurukan, tapi ternyata Tuhan sendiri ya...

You'll be Surprised!

Kehidupan itu gak bisa ditebak ya. Jalan Tuhan selalu penuh dengan misteri dan kejutan. Apalagi kehidupan pernikahan, ternyata tidak seindah drama korea! Awal menikah, kehidupan masih berjalan sesuai dengan jaman pacaran. Banyak hepi nya. Apalagi 3 bulan setelah menikah, aku diijinkan Tuhan hamil anak pertama. Anak yang penuh dengan kejutan. Sampe pada akhirnya Leon lahir, sakit, dan meninggal. Kisah lengkapnya ada di postingan " MY LITTLE HEAVEN ". Setelah kepergian Leon, disinilah rasanya hidup kami berubah semudah Tuhan membalikkan telapak tanganNya. Masalah demi masalah terjadi. Cekcok dalam rumah tangga semakin sering. Emosi meningkat drastis karna setiap hari stres harus bayar utang dari mana karna utang kami untuk pengobatan Leon di bank juga banyak. Sampe pada akhirnya kami sudah benar benar tidak mampu bayar cicilan minimum, dan kami memutuskan untuk "nyerah", banyak yang menyarankan gak usah dbayar sampe statusnya jadi kredit macet bi...

Odora Customine

Sering kali kita tidak menyadari pentingnya gantungan kunci, padahal tanpa gantungan kunci, kita akan kesulitan untuk menjadikan satu kunci-kunci kita seperti kunci pagar, kunci kamar, kunci motor, dll. Di mall-mall pastinya banyak dijumpai toko yang menjual gantungan kunci dengan beragam karakter yang sedang populer saat itu, tapi sedikit gantungan kunci yang dijual dipasaran memiliki nilai kenangan. Karena itulah Odora Customine membuat konsep berjualan gantungan kunci custom berbahan dasar  akrilik yang bisa disesuaikan dengan permintaan customer, gambarnya bisa berupa foto, kartun, logo, bahkan hasil karya gambar sendiri, dan lain sebagainya, bahkan bisa dikatakan desain itu hanya milik customer, tidak dijual di mall-mall karena custom itu sendiri. Kunci adalah salah satu benda penting yang pasti kita bawa ketika pergi dari rumah, karena itulah aku ingin ketika seseorang sedang mencari kuncinya, mereka juga tengah mendapati 'kenangan' yang diabadikan dalam sebuah be...

Hai Leon, Happy Birthday Nak! (Seharusnya, Andai Kau Masih Disini)

Sehari setelah Leon dikubur, entah kenapa mataku tiba-tiba tertuju pada celengan merah muda itu. Yap, celengan untuk ulang tahun Leon ke 1 tahun. Semasa dia masih bersamaku, memang sudah ada rencana untuk menabung agar dia bisa berulang tahun, meski hanya sekedar makan malam bersama keluarga dan beli kue tart kecil-kecilan, sangat-sangat sederhana, memang tidak terpikir untuk memewahkan perayaan ulang tahun ke 1 tahunnya seperti kebanyakan orang yang pasti mengusahakan pesta meriah apalagi itu untuk anak pertama. Akupun berbicara dengan papanya Leon, karena tiba-tiba mendapat ide untuk membagi nasi kuning kepada mereka yang kurang mampu, ya.. pada dasarnya aku ingin mengajari Leon untuk bisa peduli dengan sesama, dan pada dasarnya memang aku dan suami bukan tipe orang yang doyan sama kegiatan pesta.. hahaha.. Sehari setelah Leon kembali ke surga, aku memberanikan diri menghitung celengan itu, dan siapa sangka jumlahnya sudah mencapai satu juta lebih. Masih teringat dengan...

New Hope

Sudah hampir 3 bulan Leon meninggalkan banyak kenangan manis dalam hidup kami. Rumah yang dulunya ramai sekarang hening, sepi.. Tapi kehidupan terus berlanjut. Ditengah-tengah rasa kesepian inilah aku mulai mencari berbagai macam kesibukan. Mulai dari ngemall, ngafe, bersosial media, belajar masak, tapi rasanya sesibuk apapun kegiatannya, hati ini masih terasa kosong, sedih, dan entahlah seperti ada sesuatu yang kurang. Sampai pada akhirnya disaat aku melihat isi rekening yang menipis karena terlalu banyak menghabiskan waktu untuk hal yang sia-sia, aku tersadar bahwa ada 1 hal yang terlupakan, yaitu kembali menekuni berjualan gantungan kunci akrilik. Sebelum aku menikah, aku memang punya jualan di instagram bernama ODORA CUSTOMINE , aku berjualan gantungan kunci dan gantungan tas yang berbahan dasar akrilik. Setelah Leon lahir, apalagi saat mengetahu jantungnya bermasalah, aku sudah tidak bisa lagi berbisnis dengan lancar, karena memang merawat anak yang sedang sakit dan berj...